Tim KKN-IK Desa Sinomwiododo Mengajak Anak-Anak untuk Berkarya dengan Limbah Jelantah di Tengah Masa Pandemi

Sinomwidodo, 3 Oktober 2021
Masa pandemi memang belum usai, meskipun demikian hal ini tidak boleh membatasi kreatifitas kita untuk terus berkembang dan berinovasi. Banyak hal-hal positif yang dapat kita lakukan ditengah masa pandemi, disamping kita harus tetap berperilaku hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya ialah berkarya dengan memanfaatkan bahan-bahan limbah yang ada disekitar, minyak jelantah misalnya. Minyak Jelantah adalah minyak limbah yang berasal dari jenis minyak goreng yang sudah digunakan. Minyak jelantah tidak termasuk kategori limbah B3 dan tidak termasuk sampah. Tetapi minyak jelantah dianggap sebagai limbah.
Limbah minyak jelantah dapat kita manfaatkan menjadi berbagai kerajinan unik, mendaur ulang kembali limbah merupakan salah satu upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Kita bisa memanfaatkan limbah minyak jelantah dengan mengolahnya menjadi salah satu kerajinan yang bernilai jual. Tim KKN-IK Desa Sinomwidodo mengajak anak-anak SD yang ada di lingkungan sekitar untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromatherapy.


Terlihat antusias anak-anak yang sangat senang dalam kegiatan ini, mereka bisa mengeksplorasi kreatifitas mereka dalam menentukan warna dan bentuk lilin yang akan mereka buat. Selain itu, proses pembuatannya juga sangat mudah. Kita hanya memerlukan minyak jelantah sebagai bahan dasar dan stearin sebagai pengeras. Alat dan bahan tambahannya ialah wadah cetakan, krayon sebagai sumber warna, tali karbol sebagai sumbu, dan parfum sebagai sumber aromatherapy. Hal ini mendapatkan respon baik dari para orang tua. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga mengasah kreatifitas anak-anak dimasa pandemi. Banyak orang tua yang mengeluhkan, selama pandemi ini anak-anak menghabiskan waktunya untuk bermain game online. “Saya sangat senang, karena bisa berkreasi membuat lilin warna-warni sendiri, cara buatnya juga mudah sekali” tutur selfi salah satu anak yang mengikuti kegiatan pembuatan lilin aromatherapy.
Adanya kegiatan semacam ini, diharapkan mampu menumbuhkan kembali pengetahuan dari anak-anak, dimana selain bermain mereka juga bisa menambah wawasan, pengetahuan, dan kreatifitasnya.
“Sering-sering diajak berkreasi juga tidak apa-apa mbak, supaya kreatifitas mereka semakin terasah tidak hanya gemar bermain game online saja. Tapi juga bisa bermain yang lebih ke kegiatan yang bermanfaat” tutur Jannah. Kegiatan pelatihan atau pendampingan membuat lilin aromatherapy ini merupakan salah satu dari program kerja tim KKN-IK Desa Sinomwidodo dalam bidang literasi sains dan penerapan dari bidang kompetensi.

 

Penulis : Tim KKN-IK Ds. Sinomwidodo

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan