Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus di Desa Sinomwidodo melakukan Pendataan UMKM sebagai salah satu bentuk program kerja.

Mulai hari Sabtu tanggal 11 September 2021 mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus melakukan pendataan UMKM di desa Sinomwidodo sebagai salah satu bentuk program kerja. Pendataan UMKM yang terdapat di desa merupakan sebuah program kerja wajib untuk Mahasiswa IAIN Kudus ketika menjalankan kegiatan KKN-IK 2021. Tujuan dari pendataan UMKM ini yaitu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari mahasiswa IAIN kudus di bidang perekonomian masyarakat desa. Dengan adanya pendataan UMKM tersebut maka akan mengetahui potensi UMKM yang ada untuk bisa di tindak lebih lanjut dan di masukkan ke aplikasi UMKM yang di buat oleh pihak Kampus IAIN Kudus.

Sebelumnya 2 mahasiswa KKN-IK yaitu Fahrul Rozi dan Karunia Dwi Susanti sudah melaksanakan koordinasi dengan perangkat desa Sinomwidodo terkait pendataan UMKM, dari koordinasi tersebut Bapak Rakimin selaku kepala desa Sinomwidodo mengemukakan bahwa terdapat perbedaan data yang dimiliki oleh pihak desa dan pusat sehingga pihak desa masih berupaya untuk melakukan pembaharuan data terkait UMKM. Terkait hal ini, langkah awal yang dilakukan mahasiswa KKN IK Sinomwidodo ialah mengadakan survey lokasi dan pendataan UMKM yang ada di Desa Sinomwidodo secara langsung. Desa Sinomwidodo memiliki 5 dusun dan terdapat banyak sekali usaha yang tersebar di setiap dusunnya, sehingga  pelaksanaan survey dan pendataan UMKM menggunakan metode sample dengan mengambil beberapa UMKM saja pada tiap RW nya agar lebih mudah.

Hasil survey tersebut diperoleh data UMKM yang ada di desa Sinomwidodo antara lain : Toko sembako dan alat tulis, toko baju dan hijab, Peternakan, konveksi, usaha makanan, perabotan, bengkel, pande besi, bahan pangan, dan hasil pertanian. Selain itu, sistem pemasaran yang dilakukan pemilik UMKM tidak hanya dilakukan secara berjualan langsung (Konvensional) beberapa diantaranya sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk pemasarannya, seperti berjualan secara online.

Pengolahan besi menjadi sabit, dan lainnya

“Sistem pemasaran dalam penjualan produk usaha yang saya jalani selain secara langsung juga dengan berjualan secara online, dengan memanfaatkan media online ini Alhamdulillah mampu menambah omset penghasilan tiap bulannya. Di jaman yang semakin canggih, banyak konsumen yang memilih belanja secara online karena dirasa lebih simpel dan lebih mudah. Apalagi saat ini masih dalam masa pandemi, mobilitas dan kegiatan interaksi dibatasi jelas masyarakat lebih suka memanfaatkan online shop untuk memenuhi kebutuhannya” Tutur Mas Asrofi pemilik usaha online perabot.

Usaha penjualan online

Namun ada beberapa permasalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Desa Sinomwidodo, salah satunya adalah dampak dari PPKM yang diperpanjang setiap bulannya. Hal ini sangat dirasakan oleh pemilik usaha makanan jadi seperti Penjual Mie Ayam, “Selama pandemi berlangsung, dampaknya sangat terasa bagi kami. Dimana omset kami menurun drastis hampir 2 tahun ini. Harapan saya semoga pandemi bisa cepat usai dan perekonomian kami khususnya pedagang-pedagang makanan jadi bisa kembali normal seperti sebelum adanya pandemi.” Tutur Bapak Sungkono pemilik usaha Mie Ayam.  Selain dampak dari pandemi beberapa kendala yang dialami juga terkait ketersediaan barang dan tempat tengkulak.

Penulis: Fahrul Rozi dan Karunia Dwi Susanti

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan